Saturday, 21 November 2009

Ujung Genteng Trip

"Pokoknya apa pun yang terjadi, kita tujuannya have fun ya!"

Pernyataan itu seakan membuka awal dari perjalanan kami menuju Ujung Genteng, Sukabumi Selatan, Jawa Barat.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman sempat berjalan-jalan ke Ujung Genteng, sebuah kawasan pantai di selatan Sukabumi, dengan berbagai macam spot wisata tersebar di daerah ini. Berjarak sekitar 200 kilometer dari Jakarta, maka membutuhkan sekitar 6 hingga 8 jam perjalanan untuk mencapai Ujung Genteng.

Rencananya kami berempat (saya, Hanny, Mitra, & Lisa) akan ke sana selama 2 hari 2 malam, dengan transit semalam di Sukabumi, memanfaatkan libur akhir minggu sehingga tidak memerlukan izin cuti. Sebagai budget backpacker amatiran, kami menuju Ujung Genteng dengan budget per-orang Rp 200.000,- (yang langsung di-deposit ke Mitra), serta beberapa print-out hasil googling di internet & kepiawaian Mitra dalam menentukan moda & rute transportasi, hehehe...


Hari ke-1,
Jumat 6 November 2009


(16:30) Titik pertemuan kami adalah di Percetakan Negara, di depan kantor teman-teman jalan saya nanti. Dari sana kami berempat bertolak menuju Terminal Pulogadung untuk naik bus AC Jakarta-Bogor menuju Sukabumi. Sampai di Sukabumi sekitar jam 8 malam dengan kondisi cuaca yang hujan rintik-rintik, kami melanjutkan perjalanan dengan ELF Surade-Bogor, yang serunya bisa muat sampai 18 orang! Padahal kapasitas normal cuma sekitar 12 orang! Hahaha kenek yang sangat kreatif... Di ELF itu kami hanya bisa tertawa-tawa menyadari posisi duduk yang sudah tidak jelas.
Kocakkkk!! Kalo duduknya bisa vertikal, pasti dijabanin juga deh tuh sama si kenek. :))

(21:00) Akibat hujan & kemacetan yang disebabkan oleh jam orang pulang kantor, kami tiba di Stasiun Cibadak sekitar jam 9 malam. Menginap semalam di rumah neneknya Mitra, dan disuguhi makan malam yang terasa enak sekali karena perut kosong dan tubuh yang sudah terasa lelah. Setelah bersih-bersih & makan malam, kami langsung beristirahat untuk menyiapkan energi untuk esok paginya.


Hari ke-2,
Sabtu 7 November 2009


(07:30) Setelah selesai beres-beres, kami melanjutkan perjalanan dari Cibadak dengan menggunakan angkot ke Terminal Lembur Situ, yang dilanjutkan dengan bus AC MGI Surade-Bogor, melewati Stasiun Jampang Kulon menuju Surade.

(13:00) Akhirnya kami sampai di Terminal Surade sekitar jam 1 siang. Dari Surade, kami naik angkot sekali lagi menuju Ujung Genteng. 22 km mendekati Ujung Genteng. Sopir angkot yang tumpangi menawarkan untuk menyewakan angkotnya selama kami berjalan-jalan di sana. Dari hasil tawar-menawar, akhirnya kami sepakat untuk menyewa angkot dengan biaya Rp 160.000,- untuk antar jemput, cari penginapan, mengantar ke Curug Cikaso & mengejar sunset di Pantai Cipanarukan, serta jasa tour guide kecil-kecilan (ehehehe). Kami juga berkenalan dengan pengemudi angkot tersebut yang ternyata bernama Erik, dan tampaknya sempat tersinggung saat Mitra memanggilnya "Mang". Hwahahahaha!

"Jangan panggil Mang dong! Panggil : Erik aja. Hehehe..."
O-kayyyy!! :))

Erik pun menjadi teman baru kami selama berjalan-jalan di Ujung Genteng. :)

Sesampainya di Ujung Genteng, kesan pertama kami adalah : Wah walaupun daerah pantai, tapi anginnya sejuk! Kenapa bisa gitu ya?


Penginapan "Pondok Adi". Asri & bersih.

Di sana kami mencari penginapan dengan diantar Erik, beberapa penginapan (yang rata-rata memiliki nama dengan awalan kata "Pondok ...") sempat kami datangi untuk membandingkan rate. Akhirnya kami mendapatkan penginapan dengan harga Rp 200.000,- di Pondok Adi (normalnya Rp 350.000,-, kami dapat murah berkat hasil negosiasi yang gigih, hahaha), nama bungalow-nya "Cibuaya". Mini bungalow ini memiliki fasilitas 2 kamar tidur (4 bed), 1 kamar mandi, pantry kecil, dan ruang duduk + serambi. Saya menyarankan untuk menginap di Pondok Adi ini, walaupun tanpa AC, tapi kondisinya bersih & nyaman. Kamar mandinya baru! Hehehe... Dengan kilat, kami menaruh barang, ganti baju untuk kotor-kotoran, lalu langsung berangkat menuju Curug Cikaso.

Curug Cikaso
Air terjun yang tersembunyi di daerah lembah yang harus melewati sungai ini terletak 16 km dari Terminal Surade. Begitu sampai di Pos Wisata Curug Cikaso, kami menyewa sebuah perahu dengan harga Rp 50.000,- (normalnya Rp 60.000,-). Perahu ini berkapasitas 6 hingga 8 orang, sehingga termasuk relatif murah apabila dibagi 8 orang. Dari ujung sungai hingga ke Curug Cikaso hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

Selama perjalanan, pandangan mata kami dimanjakan oleh pemandangan alam yang breathtaking. Apalagi setelah melihat Curug Cikaso-nya! Airnya jernih banget! Dan kita bisa bermain air di sini. Oia, tips saya : Kalo mau melewati batu-batu sungai, harus hati-hati karena licin oleh lumutnya, saya sendiri sempat terjatuh di sana, hahahaha... :D



Pemandangan di Curug Cikaso, karena sedang musim hujan jadi debit airnya lagi banyak, jadi air terjunnya deraaaasssss! (Dan bagus untuk difoto!) :D

Pantai Ujung Genteng
Setelah puas bermain di Curug Cikaso, kami kembali ke daerah penginapan untuk melihat sunset. Tidak lupa kami janjian dengan Erik untuk mengantar pulang ke Surade esok paginya. Sebenarnya kami juga meminta tolong Erik supaya ia juga mengantar kami ke Pantai Pangumbahan, tempat penangkaran penyu di Ujung Genteng, untuk malam itu. Tapi tak disangka-sangka... Erik tidak mau mengantar kami ke sana pada malam hari, alasannya : karena dia mau malam mingguan! Hahahahaha!!

Katanya, "Wah buat apa cari duit mulu Mbak... Masa' waktu malam minggu juga repot cari duit." Nice philosophy, though. Hidup tuh bukan hanya untuk cari uang, have fun juga perlu! :))

Pantai di depan penginapan. Air lautnya jernih banget!

Penangkaran Penyu Pangumbahan
Setelah puas foto-foto sunset & makan malam di warung kecil yang tampaknya sudah tutup (mie rebus+telur, hehe), kami mencari ojek untuk mengantar kami ke Pantai Pangumbahan. Setelah mencoba mencari & tidak menemukan calon ojek yang terlihat qualified (he-he), kami memutuskan untuk bertanya kepada manajemen Pondok Adi. Di sana kami baru mengetahui bahwa tiap penginapan memiliki langganan ojek-nya masing-masing. Tarifnya PP Rp 40.000,- per-orang. Saran saya : lebih baik meminta tolong dicarikan ojek oleh pemilik penginapan DARIPADA mencoba mencari ojek sendiri, haha~! :D


Suasana saat penyu bertelur,
penyunya cuma satu, yang nonton buanyaakkk...

(20:30) Akhirnya kami dijemput sekitar 8 malam oleh ojek-ers. Dari sana kami menuju Pantai Pangumbahan dengan melewati jalan-jalan kecil dan gelap. Kondisi yang gelap ini memang dibutuhkan untuk sebuah tempat penangkaran penyu. Karena (katanya) penyu yang akan bertelur apabila melihat cahaya, ia akan enggan untuk bertelur dan akan kembali ke laut. Makanya kondisi jalanan memang gelap dan tidak dipasangi lampu sama sekali. Kalau bukan ojek yang terbiasa, saya kira pasti kami sudah tersesat. Jadi, lagi-lagi saran saya, minta pesankan ojek dari penginapan Anda untuk melihat penyu bertelur.

Sekitar 5-10 menit kemudian kami sampai di tempat penangkaran tersebut. Kami melihat dan menyentuh beberapa anak penyu yang akan dilepas esok paginya (sekitar jam 5 subuh). Seingat saya, petugas di sana sempat memberitahu bahwa untuk melihat penyu yang bertelur diperlukan kesabaran & ketelatenan, karena jadwal penyu bertelur biasanya antara jam 8 hingga jam 4 pagi, tidak tentu. Kami beruntung akhirnya kami bisa melihat penyu bertelur sekitar jam 10 malam. Kesan kami saat itu hanya satu, GELAAAPPP. Mitra & mbak Lisa sampai menyahut, bener-bener kaya jalan di mimpi saking gelapnya!

Di tempat penangkaran terdapat 6 pos penjagaan. Kebetulan penyu yang sedang bertelur itu ada di Pos 6, pos terjauh. Pasir di pantai ini amat tebal & halus (karena gelap jadi saya hanya bisa mengira-ngira), berulangkali kami tersandung oleh cekungan-cekungan pasir yang cukup dalam. Kami tertawa-tawa hingga sakit perut saat salah seorang di antara kami tersandung, karena saat itu kami saling bergandengan tangan, takut terpisah! Jadinya begitu jatuh satu, jatuh semua! Hayyah! :D

Saya baru tahu, ternyata walaupun saat penyu INGIN bertelur harus memiliki kondisi pantai yang bebas cahaya, namun saat penyu SEDANG bertelur, ternyata kondisi seperti apapun tidak berpengaruh baginya. Oleh karena itu, saat penyu SEDANG bertelur adalah saat yang tepat untuk memotret sang ibu penyu. Pantai yang gelap kini mulai dihujani kilatan blitz dari kamera-kamera penonton. Serasa paparazzi...

Setelah puas memotret sang ibu penyu, kami kembali ke penginapan. Bersih-bersih kemudian beristirahat untuk melihat matahari terbit esok paginya.

Oia... saat itu budget kami sudah mulai menipis sehingga kami memasukkan Rp 100.000,- lagi per-orang sebagai deposit.


Hari ke-3,
Minggu 8 November 2009

(05:00) Setelah sholat, dan tanpa mandi (hehe), kami langsung berangkat mencari sunrise. Karena kami tidak tahu mau kemana, jadilah kami jalan menuju matahari tanpa tahu tujuan. Hehehe... Ternyata setelah berjalan kaki cukup jauh, kami menemukan TPI (Tempat Pelelangan Ikan), dan sebuah pantai yang luassss dengan matahari terbitnya. Dari kejauhan terlihat banyak fotografer yang mencoba menangkap keindahan sang matahari yang baru terbangun dari tidurnya (hahaha, corny banget bahasanya!) Yassu, kita ikut-ikutan foto-foto lagi deh, hehehe...

Menuju matahari terbit, di pantai samping
Tempat Pelelangan Ikan
(TPI)


Kendaraan kami selama di Ujung Genteng.
"Angkot Merah si Erik". :D


(07:00-08:30) Balik ke penginapan, beres-beres, dan jam setengah 9 ternyata Erik sudah menjemput. Kami sempat ke Villa Amanda Ratu sekalian mengantar klien barunya Erik, dan kami menemukan "Mini Tanah Lot"! Hehehe...


Mini Tanah Lot di Villa Amanda Ratu

Sekitar 15 menit bermain di sana, kami langsung bertolak ke Surade. Sampai jumpa lagi ya Erik! :D Benar-benar guide yang sangat membantu, hehehe... Dari Surade, kami naik ELF Surade-Bogor menuju Terminal Degung, dari sana kami berempat berpisah. Mitra & mbak Lisa naik bus yang ke Pulogadung, saya & Hanny naik bus yang ke Lebak Bulus.

(18:00) Saya & Hanny akhirnya tiba di Jakarta sekitar maghrib. Dan berpisah menuju rumah masing-masing dengan baterei yang FULL-CHARGED! Senangnya liburan!! :D

Ujung Genteng is superb! Kami tidak sempat ke beberapa spot wisata lainnya, tapi pengalaman kami benar-benar amat sangat seru dan menyenangkan. Hitung-hitung sebagai latihan untuk jadi budget backpacker yang handal! Haha! :D

Sebagai catatan, total pengeluaran semua-muanya (termasuk akomodasi, transportasi, dan makan) = Rp 291.000,- untuk 3 hari 2 malam.

+ + + + +

Catatan Tambahan

Ini beberapa referensi untuk jalan-jalan ke Ujung Genteng, dan telah membantu kami selama perjalanan ke sana:

http://www.globosapiens.net/travel-information/Sukabumi-2946.html
http://arie-yantea.blogspot.com/2009/06/easy-trip-to-ujung-genteng-day-1.html
http://arie-yantea.blogspot.com/2009/06/easy-trip-to-ujung-genteng-day-2.html
http://ayowisata.wordpress.com/2008/06/20/wisata-alam-pantai-ujung-genteng-sukabumi/
http://www.anakui.com/2008/10/12/ujung-genteng-pesona-yang-penuh-misteri/

Hope helps! :)

Conversation with God - 2

Tuhan,
saya tidak tahu rencanaMu.

Tapi saya percaya semua rencanaMu adalah yang terbaik untuk kita semua. Semua hal yang terjadi di hidup ini, selama itu tidak sampai membuat kita mati, pasti akan memperkuat kita kan ya? (Maafkan saya untuk mempertanyakan hal tersebut, saya hanya ingin meyakinkan diri sendiri.)

Saya setuju akan pendapat "Hidup adalah pilihan." Hidup adalah tentang bagaimana kita memilih takdir kita. Saya percaya, apa pun pilihan kita, dalam berbagai persimpangan hidup, selama itu tidak untuk niatan buruk, pasti akan menuju ke takdir yang lebih baik.

Oh iya, ngomong-ngomong... Hari ini saya belajar mengenai "keikhlasan" dan "kebesaran hati" dari orang-orang yang saya cintai,
dan saya ingin berterimakasih padaMu karena telah memberikan kami kesempatan untuk belajar mengenai hal tersebut.

Tuhan, saya amat bersyukur karena Engkau mengaruniai saya sebuah keluarga dan teman-teman yang sangat baik. Jadi, tolonglah saya Tuhan. Bimbinglah saya dan orang-orang yang saya cintai untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih baik lagi. Lindungilah dan kuatkanlah orang-orang yang saya cintai agar mereka tidak cepat menyerah dalam menjalani berbagai rintangan hidup. Kuatkanlah kami dalam menjalani berbagai rintangan sehingga kami menjadi manusia yang lebih tangguh & berguna bagi sesamanya.

...

Saya kira sekian dahulu curhat saya hari ini.


Terimakasih Tuhan, karena telah mendengarkan saya.

Amin.

+ + + + +

Conversation with God

God :
Let me ask you something.

If someone prays for patience,
you think God gives them patience?
Or does he give them the opportunity to be patient?

If he prayed for courage,
does God give him courage,
or does he give him opportunities to be courageous?

If someone prayed for the family to be closer,
do you think God zaps them with warm fuzzy feelings,
or does he give them opportunities to love each other?

-- Quote from Evan Almighty (2007)

Wednesday, 18 November 2009

Away We Go - 2009

Poster Film "Away We Go"

Film drama-komedi karya Sam Mendes ini cukup ringan & menghibur. Gw beli DVD-nya karena tertarik sama covernya & sempet diiklanin di website-nya Oprah, eh pas lagi nonton baru ngeh ternyata soundtrack film ini dipegang oleh Alexi Murdoch. Wew. Gw suka albumnya yang Time Without Consequence, dan di film ini banyak banget lagu dari album ini, woo-hoo!

Tuesday, 17 November 2009

Aiihh! Update!

Recent Earworm :
Lagi suka lagu ini*! XD

I don’t know but
I think I maybe
Fallin’ for you
Dropping so quickly
Maybe I should
Keep this to myself
Waiting ’til I
Know you better

I am trying
Not to tell you
But I want to
I’m scared of what you’ll say
So I’m hiding what I’m feeling
But I’m tired of
Holding this inside my head

I’ve been spending all my time
Just thinking about you
I don’t know what to do
I think I’m fallin’ for you

I just can’t take it
My heart is racing
The emotions keep spinning out

I can’t stop thinking about it
I want you all around me
And now I just can’t hide it
I think I’m fallin’ for you

Lagu yang manis sekali, hehehe...

Update terbaru... Apa ya? Oia. Hard disk komputer gw sempet korslet, rusak, dan akhirnya selama 3 mingguan ngga ada kompie & internet (di kost). Saat itu entah kenapa hidup gw jadi terasa lebih teratur & lebih tenang. Tidur cepet, bangun cepet. Soalnya tiap pulang kantor kan biasanya langsung buka kompie, browsing, chatting, facebooking, dsb. Teori gw sih, karena internet ngga henti-hentinya ngasi informasi ke otak kita, makanya otak kita kerja terus gara-gara banjir informasi ini. Nahh... begitu kita "puasa" internet, semua jadi terasa lebih santai & tenaaannggg... Seperti membersihkan diri dari hal-hal yang ngga terlalu penting. Kaya meditasi. Wuah. Coba deh. Hahahaha, ini hanya teori saya lho. Saya tidak tanggung semua efek samping yang mungkin terjadi. :))

Ngomong-ngomong udah lama juga ya gw ngga nulis blog. Hmm... Ada kemungkinan dalam waktu dekat bakal sering nulis blog lagi. Ada apa ya? Stay tuned if you're curious then. (Hayyah sok misterius bgt!) :D

*Colbie Caillat - Fallin' For You (2009)

Monday, 31 August 2009

"First Train Home" - Imogen Heap

Lagi suka lagu ini! XD



Ada di album terbaru Imogen Heap, Ellipse (2009), wihiiyy setelah lama ditunggu-tunggu... Love it!