Friday, 13 August 2010

jenqidoodle Project - Hari 4

Day 4
Design your products. This is different from the service you are going to offer - here you decide how it is going to be packaged. Are you going to sell blocks of time? Completed projects? What will your rates be?
Hari 4

Day 4 - Design Your Products

Sementara ini saya hanya menerima proyek Basic Package, yakni:
  1. Jasa web design, dengan output berupa PSD mockup.
    Catatan: Untuk coding, sementara ini saya menggunakan outsource sehingga saya bisa lebih fokus ke desain websitenya.

  2. Setting blog standar dengan CMS Wordpress & costumized theme, lengkap dengan nama domain & kapasitas hosting pilihan klien.

    2.1 - Apa yang akan didapat dari package ini?
    Dengan package ini, klien akan mendapatkan personal website maupun small business website yang dibangun di atas platform Wordpress. Tentunya dengan nama domain yang dapat dipilih sendiri (apabila masih tersedia), contoh: nama-saya.com, dan sebagainya.


    2.2 - Apa kelebihan dari memiliki website sendiri?
    Bayangkan Anda memiliki blog dengan nama domain Anda sendiri, bukan "nama-anda.blogspot.com" atau "nama-anda.wordpress.com". Wahh keren banget kan*?? Apalagi desain blog-nya berbeda dari berbagai
    free template yang tersedia bebas dan digunakan sejuta umat di internet. Bayangkan, pasti teman-teman Anda kagum karena efek profesionalitas yang muncul dari website Anda. Hehehe...

    2.3 - Mengapa menggunakan Wordpress?
    Agar klien dapat meng-update website miliknya
    sendiri dengan mudah, tanpa bantuan saya lagi. Seringkali website yang telah dibangun memerlukan update dan maintenance secara konstan, sehingga akan memerlukan biaya lebih apabila perlu membayar orang untuk terus meng-update website tersebut. Dengan menggunakan Wordpress, maka hal tersebut dapat dikesampingkan karena seperti yang sudah saya terangkan di awal, klien dapat dengan mudah meng-update isi website-nya sendiri.

Oh ya, Basic Package ini tentunya ditawarkan dengan harga terjangkau (promosi).

Tertarik? Hubungi design(at)jenqidoodle.com untuk detailnya. Atau gunakan formulir kontak yang tersedia di website jenqidoodle.com. :)

Untuk ke depannya, selain Basic Package, akan ada Professional Package dan Premium Package. Tapi itu saya simpan untuk pengembangan ke depan, mudah-mudahan setelah jenqidoodle project ini selesai.


*Oh, dan kenapa blog ini masih menggunakan blogspot? Karena saya merasa brainworm.blog ini hanyalah salah satu wadah saya bermain dan
menuangkan pikiran, maka tidak terlalu memerlukan "efek profesionalitas". Kalau blog ini di-"serius"-kan, saya takut menulis menjadi tidak fun lagi**. Namun itu hanya pendapat saya. Semua orang pasti memiliki pemikiran dan kebutuhan masing-masing. Makanya, bagi yang ingin blog dengan sentuhan profesional namun dengan harga terjangkau, ayo hire saya! :D (promosi lagi)

** Untuk website profesional saya, tentunya akan segera muncul di jenqidoodle.com

Thursday, 12 August 2010

jenqidoodle Project - Hari 3

Day 3
Decide on a business name - are you a studio or individual? Then, buy the domain name and hosting. You can freelance under your real name, a pseudonym, or a business name.
Hari 3
Catatan Penulis:
Yep, karena saya berhutang dua hari progress, maka saya langsung buat saja dua posting. Mumpung sempet.
Oke, ini gampang.


(1) NAMA
Sesuai dengan nama proyek ini, saya telah memberikan nama "jenqidoodle"
untuk bisnis freelance saya.
Kenapa "jenqidoodle"?
Karena salah satu nama panggilan saya adalah Jengki. Dan saya suka mencoret-coret gambar (bahasa Inggrisnya: doodle). Sambungkan dua kata tersebut, jadilah jenqidoodle! Tidak ada alasan yang filosofis. Selain itu, berhubung saya menyukai hal yang berhubungan dengan anak-anak dan teringat akan lagu Yankee Doodle (walaupun tidak ada sangkut pautnya), maka terpilihlah nama ini dengan gemilang. Selain catchy, nama ini memiliki kesan fun dan colourful. Hmmm. Itu menurut saya pribadi sih, hehehe...

(2) DOMAIN & HOSTING
Untuk domain dan hosting, saya sudah membelinya sebulan dua bulan yang lalu dengan kapasitas hosting 50MB dan kontrak setahun. Ini juga masih coba-coba saja, tapi tampaknya hosting sebesar 50MB masih kurang dan harus di-upgrade dalam pengembangan berikutnya.

Kini website jenqidoodle sudah bisa diakses di www.jenqidoodle.com, namun masih berupa draft dan belum saya lengkapi dengan portfolio.

jenqidoodle design

jenqidoodle Project - Hari 2

Day 2
Gather learning materials to help you practice your service before taking on a client. As I mentioned in the introduction to this list, you should spend at least 1 hour per day just developing your skill. While this should be mainly direct practice (doing rather than reading about), you will need to gather materials to guide you here. This includes articles, interviews and tutorials. Focus mainly on developing techniques you could actually see yourself using in client work.

Hari 2

"Gather learning materials to help you practice your service before taking on a client."
Catatan Penulis:
Yep. Progress hari kedua dan hari ketiga memang telat saya posting, karena dua hari kemarin banyak distraksi. Salah satunya karena sedang ada promo tiket murahhh, huaaa!! Ceritanya mau tobat dulu buat jalan-jalan, tapi harga murah bener-bener bikin ngiler. Akhirnya sempet hunting tiket lagi, OH NO!
Kemarin saya sudah mendaftar beberapa website tutorial, hari ini saya mencoba slicing PSD dan memformatnya menjadi CSS, ini tutorial yang hari ini saya coba: Design and Code Your First Website in Easy to Understand Steps

Tutorial berjenis step-by-step ini gampang banget untuk diikuti, asal telaten aja. Awalnya membosankan saat masih tahap editing HTML, tapi begitu masuk CSS styling, baru deh saya semangat.

Dari tutorial ini, saya mulai mendapatkan gambaran keseluruhan tentang perintah-perintah dalam CSS dasar. Untuk desain, saya sudah ubah sebagian namun tidak terlalu krusial. Cuma menambahkan background untuk footer dan mengubah beberapa warna. Lumayan buat latihan.

Saat sedang mengerjakan Step ke-26, internet saya tiba-tiba mati dan saya tidak sengaja me-refresh halaman tutorial tersebut!
Looking up...
...
...
Server Not Found
- Oh tidaaakkk!!
Argh, akhirnya saya coba-coba sendiri deh, untung saja masih termasuk CSS dasar, jadi bisa saya kira-kira dulu. Untung sekitar setengah jam kemudian internet menyala lagi dan saat saya cek ternyata kerjaan saya lumayan mirip dengan tutorialnya. Huehehe ternyata saya bisa juga...

Ini hasil akhirnya:
Day 2 - jenqidoodle project

Kalau iseng mau men-download file hasil akhirnya, bisa lewat tautan yang ini:
http://dl.dropbox.com/u/1542196/day2-jenqidoodle.psd (2.7MB)
http://dl.dropbox.com/u/1542196/day2-tutorial.rar (161 kb)

Ternyata saya harus menghabiskan sekitar 2,5-3 jam untuk menyelesaikan tutorial ini. Dan saya baru sadar kalau ada beberapa langkah yang terlewat, heuheu... Sekarang mata saya berkunang-kunang. Huaaa, udahan dulu ah...

Kita lanjut besok yak.


Bacaan lebih lanjut:

Monday, 9 August 2010

jenqidoodle Project - Hari 1

Day 1
Decide on the one service you will offer. I emphasize picking only one specific service because without freelance experience, you are probably not already highly skilled in the area you want to freelance in. Even if you have been practicing it as a hobby for a long time, providing that skill as a service is a different challenge. If you are wanting to freelance in web design, don’t offer everything and the kitchen sink to begin with (complete design + front-end code). Provide PSD mockups only. If you’re more on the dev side of things, start with some code slicing jobs. If you want to write, start with one specific kind of writing. This approach will help you become skilled in the service you provide very quickly. Since you want to be taking on your first client in 30 days, it’s crucial that you develop your skills to an adequate level. Once you become comfortable with providing that one service, you will naturally expand what you offer.
Hari 1

Yayy!! My first day! Bismillah.

"Decide on the one service you will offer."

Okeh, beberapa waktu yang lalu saya sudah memutuskan untuk membuat studio web design and development DAN eBook design & layout. Ini adalah dua bidang yang tidak pernah membuat saya bosan dalam menguliknya (insyaAllah). Jadi tugas hari ini sudah kelar jauh-jauh hari.

Start Working, by arinas74

Untuk saat ini saya fokus ke web design & development. Jujur saya masih harus belajar banyak memang, karena kemajuan internet sangaaaaatttt cepat dan tiap harinya pasti ada yang baru. Saat ini saya sedang belajar (pelan-pelan) slicing PSD to HTML; CSS3; wordpress theme development; dan mengumpulkan resources. It's really fun! It's like meeting some old pals and share our old time stories.

Tapi saya kini akan fokus dulu ke pembuatan layout yang rapih dengan PSD. Sementara saya menemukan beberapa website di bawah ini, siapa tahu ada yang mau belajar bareng:

(1) Resources & Inspirations:

(2) Tutorials:

Masih ada banyak sih artikel-artikel tentang web design yang informatif dan menarik, tapi di atas sudah saya pilih yang krusial saja. Ngomong-ngomong, ada yang mau membantu mengajarkan saya? Hehehe...

Untuk eBook design & layout, saya terinspirasi oleh designbyreese. Banyak professional blogger yang telah menjadi kliennya, dan --terutama-- saya suka desain-desainnya! Terlihat profesional dan membuat penulis eBook-nya terlihat serius dalam mengembangkan bisnisnya. Saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa jasa ini bisa menjadi bisnis yang potensial. Apalagi di luar sana masih banyak eBook yang kurang terdesain dengan baik, padahal kontennya sudah bagus. Sebagai pehobi baca, kadang-kadang saya malah jadi malas membaca eBook tersebut cuma karena desain dan tata letak yang buruk. (Tapi buat yang satu ini sementara masih untuk sampingan, mau fokus ke web design dulu.)

Oke. Itu update saya.

Ngomong-ngomong, saya baru menemukan website kocak:
CLIENTS FROM HELL - A collection of anonymously contributed client horror stories from designers. If you're a designer, you'll find that website's kinda funny yet ironic.


Oh. And hooray! Today's my birthday!
What a coincidence, rite? Haha! :D

Sunday, 8 August 2010

jenqidoodle Project: 30 Days to Become a Freelancer

Terinspirasi oleh artikel "30 Days to Become a Freelancer" yang ditulis oleh Skellie, international freelance creative.

Sedikit Tentang Saya
A Visionary Dream, by superdecorPerlu dijelaskan dari awal, bahwa saya adalah tipe orang yang memiliki banyak ketertarikan dalam mempelajari suatu bidang baru, terutama dalam lingkup seni dan desain. Perlu saya tekankan juga pada kata "mempelajari", bukan "menekuni". It's a gift, ...and a curse. Just like Monk said.

Semasa kecil saya sudah sempat mencoba dan menyukai beberapa bidang, yang paling menonjol saat itu adalah menggambar dan menulis. Hmm. Terutama menggambar.

Beruntungnya saya memiliki orangtua yang mendukung saya dalam mengeksplor bidang-bidang tersebut, walaupun kebanyakan berhenti di tengah jalan karena saya merasa tidak suka akan rutinitas pergi ke les (yaiks!).

Saat SMA, saya mulai tertarik untuk mendalami web design. Waktu itu alasannya sepele, teman saya pintar membuat website dan saya tertantang untuk mengunggulinya (hayah!). Berbekal Adobe Photoshop 5.5 dan FrontPage (dan kertas dan pensil), saya mencoba untuk membuat website saya sendiri. Dan voila! Jadilah website portfolio ilustrasi saya (dulu deviantart belum terkenal, serta Yahoo! dan Altavista masih merupakan mesin pencari favorit). Sayang sekarang website tersebut sudah ditelan jagad maya karena tidak pernah di-update. Ada juga website kelas SMA saya dulu sebagai proyek percobaan, link-nya juga masih hidup, tapi yahhh... mari kita lupakan saja, hehehe...

Dari sana, saya sempat terpikir untuk memilih program desain komunikasi visual. Tapi karena kakak saya sudah mengambil jurusan tersebut, saya memutuskan untuk mengambil bidang yang lain. Alasan yang aneh, tapi yahhh... Diversity's rocks, rite?

Cita-Cita Saya
Saya tidak ingat sejak kapan tepatnya saya mulai bercita-cita untuk bekerja dari rumah dan tidak terkekang oleh rutinitas kerja 9-to-5, yang pada umumnya menghabiskan sebagian waktu hidup di tengah jalan hanya untuk pulang-pergi ke kantor, belum lagi kalau ada lembur di akhir pekan. No offense here, it's just not my cup of tea.

Itulah salah satu alasan mengapa saya dulu mengambil studi arsitektur: agar dapat bekerja dari rumah. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata saya menemukan bahwa arsitektur bukanlah passion saya. Jujur, saya menyukai ilmunya, saya menyukai perkuliahannya, namun untuk menjadi profesional dalam bidang tersebut tampaknya bukan jalan dan minat saya.

Setelah program sarjana saya selesai, saya melanjutkan studi saya dengan mengambil bidang perancangan kota. Dengan alasan yang sama: ingin mencoba bidang baru, belajar planologi. Awalnya amat sulit untuk saya, karena saya benar-benar buta dengan ilmu tersebut, apalagi saya sempat mendapatkan beberapa kesulitan saat mengerjakan thesis. Namun dari pengalaman tersebut saya berhasil membuktikan bahwa "what doesn't kill you makes you stronger". Dari lingkungan ini, saya beruntung karena mendapatkan banyak teman dan relasi baru (dan beberapa proyek, yayy!!).

Setelah menyelesaikan studi, saya sempat mendapat pekerjaan yang mendekati apa yang saya inginkan: Bidang kerja yang masih dalam lingkup desain (walaupun berbeda bidang lagi!); atasan yang sabar dan baik; teman-teman kerja yang menyenangkan; jarang ada lembur; serta gaji dan bonus yang cukup memadai (!). Namun sayangnya lokasi kantor yang jauh dari rumah mengharuskan saya untuk menetap sementara di sana, terutama karena saya tidak mau menghabiskan waktu hanya untuk commute. Hal ini menyebabkan hanya pada akhir pekan saja saya dapat pulang ke rumah.

Pertamanya memang cukup seru, tapi lama kelamaan saya merasa sebagian waktu saya habis untuk bekerja, sehingga waktu saya untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman dekat berkurang dratis. Bukannya saya mengeluh dan tidak bersyukur, tapi hati kecil saya mengatakan bahwa ini bukanlah cita-cita saya.

Dua tahun kemudian. Setelah berpikir panjang dan lamaaa, dan karena kebetulan saat itu juga terdesak oleh beberapa alasan lain, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tersebut. Sekaligus agar saya dapat mengeksplor keahlian-keahlian lain yang ingin saya coba. Namun rupanya saat itu situasi dan kondisi belum mengijinkan saya untuk langsung fokus meraih "cita-cita" saya. Beberapa langkah sudah ditempuh, beberapa fasilitas sudah tersedia, tapi semuanya masih setengah-setengah.

Sampai sekitar seminggu yang lalu, saat sedang berselancar di dunia maya sambil mengumpulkan resources, saya menemukan satu artikel menarik: 30 Days to Become a Freelancer. A practical steps to become a freelancer.

Lengkapnya begini:
"The program is designed to be completed while you are working full-time, either by dedicating a couple of hours in the evening or mornings, or working on the program over the weekend. It should be combined with daily hands-on practice in the skill you want to freelance in, particularly if you are a novice in that skill. If you are a novice, don’t delay the program until you feel you are ‘good’ enough. The emphasis is on selling a very specific skill that you can become good at in a short period of time. 30 days practicing one hour a day is more than enough time to develop a specific service that you are good enough at to sell."
Saya langsung *TRING!* (baca: terinspirasi)

Hmm, satu atau beberapa jam sehari tampaknya masih masuk di akal.

Okay, tampaknya ini tanda buat saya untuk mulai serius meraih apa yang saya inginkan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Sekarang, tepat 5 bulan setelah saya resign (ngga tepat-tepat amat juga sih), saya akan mulai bertindak.

Dimulai besok, tanggal 9 Agustus 2010, saya akan menulis satu posting setiap harinya selama tigapuluh hari. Jurnal ini juga sebagai catatan serta pengingat saya agar tetap termotivasi dan berkomitmen terhadap apa yang saya tulis.

Semoga di hari ketigapuluh semuanya selesai dengan memuaskan.

Wish me luck guys!

*crossing fingers*
Related Posts with Thumbnails