Sunday, 28 September 2008

Conversation with God

God :
Let me ask you something.

If someone prays for patience,
you think God gives them patience?
Or does he give them the opportunity to be patient?

If he prayed for courage,
does God give him courage,
or does he give him opportunities to be courageous?

If someone prayed for the family to be closer,
do you think God zaps them with warm fuzzy feelings,
or does he give them opportunities to love each other?

-- Quote from Evan Almighty (2007)

+ + + + +

Huee...
[OOT] Lately I've been thinking of moving my Friendster blog to blogspot...

Monday, 1 September 2008

-Just- Gibbering

Minggu-minggu ini kerjaan rada-rada membludak. Baru kemarin gw sempet OL & ngobrol-ngobrol bentar ma temen via YM. Wuah, serasa menemukan dunia yang hilang! Bagaikan moral support bo'! Ahahahaha, hiperbola...

Trus tadi ngebahas teori-yang-sangat-amat-penting tentang ucapan "Mohon Maaf Lahir Batin" yang sudah bermunculan di H-2 puasa pertama.

"Kenapa sih org kok minta maaf nya sebelum puasa? Trus ntar pas lebaran kita ngomong apalagi dong?"
"Iya, gw juga ngga ngerti... Biasa, ikut-ikutan aja gw. Huehehehe..."
"Hmm, mungkin buat nyicil dari sekarang kali ya?"
"Iya, jadi ntar pas lebaran, dosanya udah ngga seberat sekarang."
"Oia bener juga lo..."

...

Selamat menunaikan ibadah puasa kawan-kawan! :)

+ + + + +

PS. Eh eh... Masa ada temen yang pengen ceritanya dimasukin ke postingan blog. Anak ini suka nelpon tengah malam buta, dalam upaya mencari teman ngobrol, karena di daerah pedalaman tempat dia proyekan kaga ada hiburan. Yang menurut mitos-mitos tak berbukti, di samping kamar hotel-nya ada Candil "Serieus" lagi nginep.

Oknum yang suka nanya "Jeng, kapan resign? Segitu doang idealisme lo??" *ukhh tertohok sayah!!!* Huahahaha! Idealisme-nya sedang hibernasi Bung, ntar-ntar dulu yak... Lagi butuh duit, soalnya. -- Hmm, apakah ini yang dinamakan 'melacurkan diri'? Entah. :P

Siapakah dia? Halahhh... [ Jipppp, tuh, dah gw posting khusus buat lo! Siap-siap didatengin tagihan aja lo, hehe. ]

Sunday, 17 August 2008

Ambigu!

Alkisah, di suatu pusat perbelanjaan hardware yang cukup besar di ibukota, terlihat seorang ibu terlihat bingung mencari sesuatu. Seorang SPB pun bertekad untuk membantu si ibu yang sedang kebingungan ini.

Begini percakapannya,
Sales Promotion Boy (SPB) : "Ada yang bisa saya bantu Bu?" - pasang senyum semanis mungkin
Sang Ibu : "Hmm..." - tetap terlihat bingung
SPB : "Ibu sedang cari apa?" - tetap pasang senyum manis
Sang Ibu : "Itu..." - terlihat ragu-ragu untuk menjawab
SPB : memasang ekspresi ingin membantu sepenuh hati
Sang Ibu pun akhirnya luluh dan spontan menjawab, "Cari suami saya!"
...
Meledaklah tawa si SPB,
"Wah! ...kalo itu saya ngga bisa bantu Bu!"

Heuheueheu FYI ini kisah nyata yang dialami nyokap gw! Diceritakan langsung oleh saksi utama alias kakak gw. Wahh memang seru punya Mamah seperti beliau... Hehehehehe... :D
"Berkat makna ambigu, hidup ini jadi lebih berwarna..." - HG

Tadi sore, pas lagi jalan-jalan bareng temen gw, dia mengeluh bahwa beberapa hari terakhir ini kakinya terkadang terasa kram begitu bangun tidur.

"Eh kalo kaya gitu biasanya kenapa ya?"
"Kecapean aja kali, atau lo salah posisi tidur?? Kali..."
"Biasanya pake apaan ya klo kram-kram gitu, ngga enak banget deh."
"Hmm, balsem kali ya? Apa ya tuh namanya... Hmm. Geliga?"
"Ngga, ngga geli tuh..."
"???"

...

Perlu beberapa detik untuk mencerna jawaban temen gw yang rada absurd itu.

"Ya'elah! Maksud gw, nama balsemnya tuh : Geliga!" - ngakak abishhh

+ + + + +

Memang, makna ambigu itu sangat mewarnai hidup saya!
Huahahahhaha! XD

Sunday, 10 August 2008

"Things Fall Apart", by Chinua Achebe

Akhir minggu yang sibuk.

Tapi pada kondisi normal, biasanya rutinitas akhir minggu gw --selain pergi jalan-jalan bersama sobats-- adalah : baca, internet-an (tapi jarang-jarang, karena kompie rumah banyak yang make), bantuin orang rumah, dan ... bermain sepuasnya bersama
Kiky! Hehehe...

Keponakan gw --yang baru aja berumur 1 tahun itu-- sedang masa-masanya tertarik dengan berbagai macam hal. Kita lagi makan sesuatu, dia pengen nyicipin. Kita lagi megang gadget, dia pengen megang juga.. plus dicoba untuk dibanting, *healahhh* mungkin dia pengen nge-test tingkat durability-nya kali ya. Heuheu...

Nah yang lucu itu, pas kita lagi baca sesuatu, dia pengen ikut baca juga. Kadang-kadang gw bacain juga ceritanya, dengan catatan : kalo bacaannya "aman-buat-anak-anak". Lucuuu, kayanya dia suka dengerin orang baca dan serius banget pas ngedengerin.

Kebetulan kemarin gw sedang megang novel. Kayanya dia penasaran sama apa yang gw baca, dengan spontan dia ngedeketin gw, terus bolak-balikin halaman novel yang lagi gw baca itu. Mana warna sampulnya oranye gitu, lagi. Tambah eye-catchy aja bagi dia. Refleks gw bacain dong isinya...

"Okonkwo seorang pria yang sepanjang hidupnya takut dianggap lemah. Dia terobsesi menjadi pria sejati, pria yang kaya, kuat, dan dihormati. Menurutnya, dia telah melakukan segala yang harus diperbuatnya, termasuk membunuh... anak asuhnya... dan...

hmmm..."

...

"Wahhh ceritanya ngga lucu Ky. Ngga lucu nih. Nanti Tante ceritain yang laen aja yaa..."

Ibu-nya Kiky : "Hahaha! Ya iyalah Jeng, judulnya aja udah kaya gitu..."

Hehehe, ini dia novelnya :

"Things Fall Apart" (1958), oleh Chinua Achebe
Terjemahan Indonesia : Terbitan Hikmah (2007).

sumber gambar :
http://en.wikipedia.org/wiki/Things_Fall_Apart


Pertama kali yang membuat gw tertarik dengan novel ini adalah cap "One of TIME's Best 100 Novels" di sampulnya. Yup, I DO judge the book by it's cover!

Novel ini dibuka dengan puisi karya W. B. Yeats, "the Second Coming" (1921), yang menginspirasi judul novel tersebut:

"Turning and turning in the widening gyre,
The falcon cannot hear the falconer;
Things fall apart; the center cannot hold;
Mere anarchy is loosed upon the world."

(tadinya mau gw tulis terjemahan yang ada di buku, tapi kok rada aneh ya..)
Bersetting di Afrika Barat (Nigeria), novel ini mengisahkan tentang kehidupan Okonkwo, seorang tokoh yang keras, hebat, berkuasa, dan dihormati di klannya. Namun saat misionaris Kristen mulai merambah benua Afrika, tradisi dan budaya kaum Ibo mulai tercabut dari akarnya. Tampuk kepemimpinan mulai terlucuti, dan keluarga Okonkwo pun terkena imbasnya. Di sinilah Okonkwo merasa perlu untuk membuktikan kekuatannya, berperang untuk melawan penindasan terselubung itu dan menjadikan dirinya sebagai pria sejati, orang terhebat di klannya. (Achebe, 1958)

Di novel ini kita dapat mengetahui kayanya tradisi dan budaya Afrika. Okonkwo sebagai seorang yang kuat memegang tradisi, dikisahkan tega membunuh anak asuhnya karena takut dianggap lemah oleh kaumnya. Dikisahkan pula beberapa tradisi Ibo yang terbilang kejam, salah satunya adalah tradisi membuang anak kembar ke hutan karena dianggap bad luck. Ada pula tradisi untuk memutilasi bayi yang dianggap ogbanje* agar lingkaran kejahatannya terputus.

Dua pertiga bagian pertama buku mengisahkan sejarah dan kehidupan Okonkwo bersama kaum Ibo. Kekayaan tradisi dan budaya kaum Ibo terasa kuat melingkupi alur cerita. Namun alur klimaks baru terasa saat buku sudahmencapai Bab 13. Pada bab ini Okonkwo dihukum oleh kaumnya (klan Umuofia) karena melakukan kesalahan fatal, dengan konsekuensi diasingkan selama 7 tahun ke desa ibunya (klan Mbanta). Selama 7 tahun itu, misionaris Kristen dari Barat mulai mendatangi benua Afrika, termasuk ke desa Mbanta dan Umuofia. Begitu Okonkwo pulang ke Umuofia setelah 7 tahun dalam pengasingan, dia terkejut melihat banyaknya perubahan yang terjadi di desanya. Saat inilah Okonkwo berusaha untuk membuktikan kembali dirinya sebagai salah satu lelaki terkuat di klan Umuofia, dengan menentang pembaharuan tersebut. Ngga bermaksud spoiler, tapi akhirnya tragis. Kalo gw disuruh ngasi moral ceritanya, bingung juga gw ... Dilematik. Ini mirip-mirip sama tugas akhir gw.

Mau milih mana : mempertahankan kebudayaan yang sudah tidak up-to-date dengan perkembangan zaman ATAU membiarkan kebudayaan lama melebur dengan kebudayaan baru, dengan konsekuensi menghilangnya serta terlupakannya budaya nenek moyang? Atau singkatnya, pelestarian kekayaan budaya yang sudah tidak sesuai dengan masa kini ATAU modernisasi budaya agar tidak tertinggal oleh zaman?

Novel "Things Falling Apart" karya Chinua Achebe merupakan salah satu novel Afrika pertama yang ditulis dengan bahasa Inggris untuk mendapatkan opini publik secara global dan mendunia (Wikipedia, 2008).

Menurut beberapa sumber, Chinua Achebe menulis buku ini untuk meralat buku-buku Barat terdahulu yang menuturkan Afrika sebagai bangsa terbelakang, serta mengkritik kolonialisasi bangsa Barat yang merusak tradisi dan budaya bangsa Afrika. Namun, banyak sumber pula yang menyatakan bahwa Achebe menulis buku ini saat usianya 20 tahunan dengan situasi dan kondisi di mana Afrika masih "berantakan" akibat kolonialisasi tersebut. Sejak tahun 1960-an, dapat dikatakan bahwa Afrika telah banyak berubah, dan saat ini budaya Barat serta Afrika sudah dapat berjalan bersama. Buku kedua Achebe, "No Longer at Ease" (1960) --yang belum gw baca-- dikatakan merupakan "ralat" Achebe mengenai perkembangan situasi Afrika yang lebih relevan pada saat ini.

Ada satu kutipan yang gw suka dari novel ini :

"Do not despair. I know that you will not despair. You have a manly and a proud heart. A proud heart can survive a general failure because sucha failure does not prick its pride. It is more difficult and more bitter when a man fails alone."
-- Chinua Achebe

"Jangan putus asa, aku tahu kau tidak akan putus asa. Kau punya jiwa yang besar dan berani. Jiwa yang besar akan selamat dari kegagalan karena kegagalan itu tidak menusuk harga dirinya. Akan lebih sulit dan lebih pahit ketika seorang lelaki jatuh karena dirinya sendiri." -- ucapan Unoka (ayah Okonkwo) kepada Okonkwo, saat kaum Ibo sedang mengalami bulan panen yang mengerikan dan penuh keputusasaan.

Secara garis besar, novel ini menarik dan sangat layak baca untuk memperkaya pengetahuan mengenai sudut pandang, sejarah, dan budaya bangsa Afrika. Tapi ya itu, bacanya harus sabar --seenggaknya buat gw-- karena "alur klimaks"-nya baru muncul pada Bab 13 ke belakang.

Oia, salah satu hal menarik dari novel ini adalah adanya glossary istilah kaum Ibo di halaman belakangnya, contohnya seperti ini :

*ogbanje : anak yang berulang-ulang kali meninggal dan kembali ke rahim ibunya untuk dilahirkan lagi, sehingga dianggap menyiksa ibunya. Apabila anak itu telah melakukan lingkaran kejahatannya sebanyak empat kali, maka dia harus dimutilasi untuk mencegahnya kembali lagi.

Happy reading! :)

Tuesday, 29 July 2008

KISS - Keep It Simple ... ?

Gw suka baca postingan orang tentang profesi dan kerjaan mereka, apa pun itu. Kesannya seru aja gitu, bisa ngeliat profesi dan lingkungan kerja orang, langsung dari kacamata mereka sendiri.

Nahh sekarang tiba-tiba kepikir,
"kenapa gw ngga nulis tentang kerjaan gw sendiri?"
Heuheu...

Fed_up
Artist: Mike Baldwin, from Cartoon Stock

Bicara soal kerjaan emang kaya ngomongin jodoh. Butuh waktu buat nemu yang cocok. Dan kerjaan gw yang sekarang, bisa gw bilang cukup memenuhi syarat sebagai "jodoh" gw. Haha! Tapi yahh, ga bisa janji apa-apa. Apalagi ditambah mind-set gw sekarang, yang masih merasa perlu untuk cari pengalaman banyak-banyak, buat nyobain macem-macem profesi di dunia-blantika-perkancahan seni dan desain. Yeaa... Mumpung belum terikat apa-apa nih! Dan menurut gw, yang namanya jadi "karyawan" tuh ngga pernah ada jaminan keamanan kerja.

Gw pernah denger beberapa cerita yang cukup "mengenaskan", seorang karyawan yang udah
berpuluh-puluh tahun mengabdi bekerja di suatu perusahaan, begitu maupensiun dan menggantungkan harapan kepada hasil pesangon, akhir-akhirnya ngga semanis yang diharapkan. Pesangon? Hmm... Jangan terlalu berharap deh masa pensiun udah bisa santai dengan hasil uang pensiun/pesangon. Jaman kaya gini, apa-apa ngga ada yang pasti.

Satu-satunya yang bisa diharapkan ya : diri sendiri. Selagi masih muda, biasain hemat, nabung, dan investasi. Bikin lapangan pekerjaan kalo bisa. *Hehehehe, gini ini hasilnya kalo kebanyakan baca buku-bukunya Robert T. Kiyosaki...*

[[ Ayoo teman-temankuuu, mari-kemari-hey-hey kita bikin lapangan pekerjaan bareng-bareng. Wihiyy! Mana rencana-rencana kita dulu itu?? Jangan sampai terbang bersama angiiinn... Inget yaaa. Aku pun masih ingin. :P ]]

Sekarang sih yang paling penting buat gw, dalam "mencari kerja" : minimal bisa menghidupi gw & gw HARUS menikmati pekerjaan itu, biar ke depannya gw ngga terbebani. Menghindari stress bo'! Bahaya. "Stress" adalah pembunuh-semangat-hidup!

Seperti A.L. Williams pernah bilang,
"I don't believe people die from hard work. They die from stress and worry and fear -- the negative emotions. Those are the killers, not hard work. The fact is, in our society today, most people don't understand what hard work is all about."
Tapi sekali lagi, mengutip perkataan teman saya :
"Kerja rodi jaman sekarang mungkin emang harus, asal worth to do."
Yup, bener banget Bal. Asal worth to do.


Hahh sudah cukup ceritanyah...
Balik ke bahasan awal ah. Khehehehe...

Eniwei, ini hasil posting beberapa hari yang lalu, tapi belum sempet ke-publish.

+ + + + +

Simple_life
Artist: Dan Reynolds, from Cartoon Stock

# A couple days ago...

Keep Simple Please.

"Let’s put it straight - simplicity is more complex than you probably think it is."
- smashingmagazine.com
Yup.
Hari ini mau posting tentang desain! Ohoo, sudah lama tidak
berposting-posting tentang topik yang satu ini. Eh.. Emang jarang ding.

Tadi siang baru dapet reply dari klien, yang ternyata-oh-ternyata usulan desain sebelumnya ditolak semua. Huhuhu.

Diiringi dengan catatan dari si bos :
"They can appreciate our work submitted, but the interior designer looks forward to a much more simple and understated signage direction..."
...dan...
"I will like both your thoughts on the design redo we will have to present." (both : gw dan temen gw)

Okayy... mari singsingkan lengan baju Bung!
Cara kerja gw buat cari ide adalah :
set up invisible status for those messenger *hehe*, try to relax, prepare a cup of hot tea, use my mp3 player's earphone, listening some music, and ... browse A LOT OF design websites.

Ini hasilnya, nemu website-website lucu :
Before & After -- kangeennn... old time favorite! ada free download-nyah! :)
Lorem Ipsum -- Kalo penasaran sejarahnya "Lorem ipsum dolor sit amet"
COLOURlovers -- Colour palettes
Smashing Magazine -- worth visit!
Thinking w/ Type -- for font lovers. me! me! me!
the i spot -- Aiihhh, mantabhh! Mataku kenyang! XD
FAIL Blog -- Yup! It IS Funny! :)) Huehehehe...
Cartoon Stock -- Yak, makin ngga nyambung aja gw browsing-nya.

Hahahahaha, udah ah. Segitu dulu.

Beberapa jam setelah pencarian ide,
gw baru nanya si bos : kapan nih deadline-nya?

Dan dijawab begini :
"To do after the-older-project is completed.....meantime to think about it. I intend to redo selected typical signs only for them to OK before showing all types. We aim for July 30th ? OK with team Jkt ? Tks."

Phew!

...kemudian hawa malas kembali merajaiku!
Bener-bener seorang deadliner sejati deh gue. Gaswat.

+ + + + +

# Today...


Dan, besookkkk...
...udah tanggal 30 Juli, sodara-sodara!!!
Panic time! La-la-la!!
...
...
...

HA! Ngga ding. :P

Alhamdulillah desainnya udah di-acc ama si bos,
tinggal dibener-benerin dikit kok.
Ohohohoho...

+ + + + +

PS.
Aku mau liburaaannnnn!!!
See you on the next trip stories!
XD
Related Posts with Thumbnails