Friday, 20 April 2007

Semarang Kodak's Moments

Pengen bagi-bagi momen Kodak, hehehe....
(Klik untuk memperbesar, arahkan mouse ke gambar untuk keterangan foto)

Kota Lama
02_paradeplein_blenduk

04b_gereja_blenduk

06_stasiun_tawang


Kawasan Johar & Kauman

08a_pasar_johar_karsten

08b_kolom_cendawan_johar

09_masjid_kauman

Tugu Muda
11_tugu_muda

copyleft 2007 (C) Ajeng. Hak cipta dilindungi hati nurani.

(Mas, pinjem quote-nya yak! Hehe..)

Sebenernya ada foto-foto Lawang Sewu juga, tapi kapan-kapan deh... Sebenernya itu gw moto Tugu Muda dari Lawang Sewu lho. Lagian internetnya rada lemot di sini (baca : warnet), jadi lama ng-uploadnya. Argh btw aku bosan sekali mengerjakan TA. HELP.

Saturday, 14 April 2007

No. 26

Tanggal 27-29 Maret kemarin gw dkk, cewe2 bertiga doang, sempet main-main ke Semarang (buat survey u/ tesis ding), yihaa seru banget! :D Sempet nyoba ramalan ke Klenteng Sam Poo Kong. Karena sang tour guide sudah membelikan dupa, dan tidak ada yang berminat untuk diramal, majulah daku sebagai pengujicoba, lagian gw jg belum pernah nyoba, penasaran, hehe... Kemudian terjadi dialog seperti ini:

Peramal: "Mau diramal apa Dik?"
Gw : (Bingung) "Hmm... apa yah, saya nyoba-nyoba aja sih Pak..."
Peramal: (terdiam dengan bingung -juga-) "Wah Dik, biasanya kalo mau diramal, harusnya diniatin dulu dari rumah maunya nanya apa..."
Gw: (meringis bingung -lagi-) "Hmmm, apa ya Pak, saya jadi bingung juga nih... Apa aja deh Pak. Hehe..."
Peramal: (terdiam seperti berpikir) "Mau nanya jodoh, karir, atau kuliah? Adik ini masih kuliah? Sudah menikah?"
Gw: "Oia Pak, masih kuliah... Belum menikah."
Peramal: (mengangguk-angguk dengan pasrah) "Yah baiklah saya coba..."
Gw: ("maapp, abisnya emang bingung mo nanya apa???")

Dan dimulailah ritualnya...

Seperti ini nih, kalo ngga salah inget:
Bakar dupa, berdoa, mengambil semacam tempat sumpit yang di dalamnya ada sumpit-sumpit bernomor, di-dupa-in, berdoa, kocok-kocok tempat sumpit tadi sampe ada sumpit yang jatuh, ambil dua buah batu, ketok-ketok batu yang tadi, lempar batu-batu itu ke lantai, diamati, dan sumpit yang jatuh tadi dilihat nomornya, buka lemari untuk mencari kertas bernomor sesuai dengan nomor sumpit, dan TA-DA! Ramalan untukku fresh from the oven! :D
(Klik gambar untuk memperbesar gambar)
Sam_poo_kong_26_small
Sam_poo_kong_26small

Hmmm Semarang walaupun panas, tapi masih enak kok buat jalan-jalan (pake kaki maksudnya), soalnya lebih berangin dibandingin Jakarta.

Tips: Kalo jalan-jalan ke Kota Lama & Pecinan, atau zona-zona historis lainnya di Semarang (atau kota lainnya), lebih baik jalan kaki. Biar lebih kerasa soul-nya.

Thanks for Didot yang udah mo nganter seharian, dan makasih jg buat Dita & Ervin yang udah mo nemenin gw. :)

Kapan-kapan maen ke sana lagi ahh...

Saturday, 13 January 2007

Komik Eropa Jaman Dulu

Haddock
Di rumah gue ada sebuah perpustakaan kecil, yang lebih tepatnya dapat disebut 'gudang', karena selain berisi buku, perpustakaan kecil tersebut juga berisi tumplek-blek barang-barang jadul (jaman dulu) yang udah ngga digunain lagi. Rak-rak dan kardus-kardus berisi buku beserta mainan semasa kecil (lego, CD game, dsb), koper-koper tua yang isinya entah-entah, radio rusak, mesin jahit, mesin tik, mikroskop (beneran!), komputer rusak, semua ada di sanalah pokoknya.

Beberapa hari yang lalu, iseng-iseng gue ngulik ruangan kecil itu, dan serunya gue nemu tumpukan-tumpukan komik berdebu terbitan tahun 1970-1980an. Komik asal Belgia (penerbit Dupuis, Tintin Magazine, & Dargaud, aslinya pake bahasa Perancis) terjemahan Bahasa Indonesia, terbitan Aya Media, Indira, Misurind, Pustaka Sinar Harapan, dsb. Penerbit-penerbit itu pada ke mana ya... Sekarang udah jarang banget terbit komik-komik kaya' gitu.

Bedanya sama komik Jepang yang ukurannya kecil dan hitam-putih, komik Eropa itu ukurannya A4 dan berwarna semua. Gue jadi inget jaman TK & SD, hehehe... By the way, pas TK mah gue masih belum lancar baca, jadi sukanya cuma liat-liat gambar warna-warni doang. Komik-komik yang gue temuin itu antara lain : Lucky Luke, Smurf, Tintin, Asterix, Nina, dan komik-komik lain yang mungkin kurang dikenal tapi tetep kocak : Barelli, Papa Nick, Agen Polisi 212, Bob si Napi Badung, Arad dan Maya, Isabella, Steven Sterk, Valhalla, Hoem Pa Pa, Olivier si Anak Ajaib, dll. *Ada yang inget?* :)

Sayangnya, kadang-kadang ada beberapa komik yang beberapa lembarannya hilang... Lagi seru-serunya baca, tiba-tiba "Lho kok ceritanya ngga nyambung gini??" Eeh ternyata emang halaman bagian tengahnya ada yang ilang. Sial...

Hmm.. karena gue lagi seneng karena nemu 'sebagian kecil dari masa kecilku', gue udah scan + edit (biar lebih jelas) beberapa bagian komik yang gue anggep lucu dan gue taruh sini. Tapi maap-maap aja kalo udah pada menguning, jadul boow... Hahaha! Enjoy! :)

*Berhubung ukuran gambar tidak sesuai dengan window browser, gue anjurin lebih baik klik kanan di gambarnya trus buka di window lain (pilih opsi "open link in new window" atau "open link in new tab")

Lucky Luke: "Caravan", by Morris & Goscinny. Dargaud Editeur, 1985.
Terbitan PT. Indira, cetakan kedua 1993.
Luckyluke001 Luckyluke002

Lucky Luke, quicker than his own shadow...
"I'm a poor lonesome cowboy, and a long way from home..."


Kisah Petualangan Tintin: "Tawanan Dewa Matahari", by Hergé. Editions Casterman, 1975.
Terbitan PT. Indira, cetakan pertama 1975.
Tintin001 Tintin002 Tintin003

Barelli
: "Teka-Teki Barelli", by Bob de Moor (nah dia ini salah satu anggota Studios Hergé, yang terkenal dengan karya Tintin-nya itu). Lombard, 1982.
Terbitan PT. Indira, cetakan pertama 1984.
Barelli001 Barelli002

Kisah Smurf
: "Kepala Smurf dan Smurf Keras Kepala", by Peyo & Y. Delporte. Dupuis, 1987.
Penerbit PT. Aya Media Pustaka, cetakan pertama 1987.
Smurf001 Smurf002

+ + + + +


PS. Oia, hasil scan hanya untuk kepentingan hiburan semata, harap jangan dipergunakan kembali untuk kepentingan komersial yaa. (Masalah hak cipta soalnya) Makasiii untuk perhatiannya... :)

Friday, 29 September 2006

Sebuah Renungan untuk Para Arsitek & Planner

By_andrew_toos

Architects and planners may be heard to ask,
"Why are people so stubborn or misguided as not to use the places and spaces we design-either not at all or not in the right way?"


People may be heard to ask,
"Why are architects and planners so insensitive in what they put up and expect us to live with? Why do they often leave out just what we think is important?"


Contance Perin
- With Man in Mind.

Thursday, 17 August 2006

Kite Runner, by Khaled Hosseini


BAGUS BANGET.


Tadinya gw cuma bawa buku ini buat ngabisin waktu nunggu giliran fisioterapi di Boromeus, begitu baca beberapa halaman aja gw udah tertarik bgt. Ternyata emang bagus bgt, plotnya bikin penasaran. Pokoknya BAGUS. Ngga rugi deh kalo baca novel ini: the Kite Runner (ditulis oleh Khaled Hosseini). Novel Afghanistan, settingnya di Afghanistan tahun 1970an-2002, periode pasca Perang Dingin & periode rezim Taliban di negara tersebut. Salah satu novel terbaik yg pernah gw baca dalam beberapa bulan terakhir ini. Ngajarin tentang persahabatan, kesetiaan, kehormatan, kebanggaan, dan penebusan dosa masa lalu. *Cie, jarang2 kan gw berkomentar kaya gini... :D

Novel ini juga dapet pujian dari the New York Times Book Review (#1 New York Times Best-Seller), San Francisco Chronicle, People Magazine, dan masih banyak pujian dari media2 lain. Ini salah satu review-nya, dari the New York Times Book Review, klik sini. Review dalam bahasa Indonesia, klik sini.

Karena gw males nulis preview ttg buku ini, berhubung gw udah kelamaan di warnet & ada presentasi jam1 siang ini & gw udah kebelet mo ke WC, jadi gw contek preview yg ada di cover belakang aja ya, hehehe :
Seperti Amir, tokoh utama dalam The Kite Runner, aku kembali ke Afghanistan setelah 27 tahun berlalu. Seperti Amir, aku mengira telah melupakan negeri ini. Ternyata tidak. Mungkin Afghanistan pun belum melupakanku. Tetapi, tidak seperti aku, Amir kembali untuk alasan yang lebih mulia. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak yang belum pernah dikenalnya. Untuk menebus dosa-dosanya.

Saat berada di tengah riuh rendah jalanan Kota Kabul, aku tenggelam dalam rasa bersalah yang selama bertahun-tahun menghantui Amir. Di Afghanistan, aku berusaha membangkitkan kenanganku, dan di tempat yang sama, Amir harus berjuang melawan kepedihan masa lalunya. -Khaled Hosseini
Okeh mo cabs dulu ah... Bukunya belum selesai gw baca nih, hiii pokoknya bikin penasaran sekalii... :D Musti baca, baca, baca!
Related Posts with Thumbnails