Saturday, 14 March 2009

Suatu Hari di Ruang Kuliah

Sedang teringat masa-masa kuliah dulu...

Suatu hari di ruang kuliah, terjadi percakapan santai antara seorang dosen dan mahasiswa-mahasiswanya. Dosen yang satu ini emang unik dan rada-rada narsis.

Percakapannya seperti ini...

Sang dosen membuka percakapan,

"Kalian tahu ngga, sepatu saya ini garansi seumur hidup lho! Katanya ngga mungkin rusak, pasti tahan lama. Sampai-sampai mereka bilang : Kalo rusak, biaya perbaikan dijamin GRATIS."

"Tapi sayangnya sekarang kok sudah rusak ya. Padahal baru 1 tahun...", lanjutnya dengan wajah sumringah.

"Dibenerin aja Pak!"
"Bawa aja lagi ke tokonya minta dibenerin!"
"Iya Pak, gratis ini..."
Mahasiswa saling bersahutan memberikan saran.

Si dosen hanya tersenyum penuh makna, lalu melanjutkan ceritanya...

"Iya, tapi masa saya harus ke ITALI, LAGI, untuk ngebenerin sepatu doang. Hahahahaha!!"

...

Dan ruang kuliah pun diisi dengan pemandangan para mahasiswa yang saling memandang satu sama lain seraya memutar bola mata, sebagian sisanya menguap, dan sebagian lagi menunjukkan ekspresi mau muntah.

Hari itu tiba-tiba terasa melelahkan.

...

*MALES deh!*

Bwahahaha~!!! XD

PS. Semua percakapan & peristiwa sudah melalui proses editing, ngga persis kaya gitu sih, namun esensinya sih SAMA, hahahaha... Tolong dimaafkan kalo ada pihak yang "ngerasa"... (Hahahaha itu hanya perasaan Anda saja kok Pak! Anda membuat hari-hari kami lebih berwarna!)... :P

*foto ruang kelas diambil dari sxc.hu

Thursday, 12 March 2009

5-Minutes Doodle



Hehehe... Iseng! :>

Monday, 2 March 2009

Hmmm...

Kenapa sih susah banget jadi "dewasa".

Sulit untuk tidak mengeluh.
Sulit untuk memahami sudut pandang orang lain yang tidak sejalan.
Sulit untuk menahan rasa kesal dan tetap sabar.

Namun biarpun sulit,
tapi saya selalu berusaha untuk mencoba sebaik-baiknya.

Tapi suatu ketika,
saat ada "individu-individu" yang memandang sebelah mata,
mengasumsikan saya memiliki keadaan yang lebih baik dari mereka,
tanpa tahu kalau saya juga punya masalah-masalah saya sendiri,
(mungkin bedanya hanya saya tidak mengeksposnya sehingga terlihat baik-baik saja)...

...

rasanya ingin meledak.

Sampai akhirnya seorang sahabat memberi saya pencerahan,
memberi sudut pandang baru yang tidak terlihat oleh saya,
dan membuat saya lebih mengerti sudut pandang "individu-individu" itu,
dan sebersit rasa malu meruak karena saya *nyaris* gagal untuk bersikap dewasa.

Yeah,
mungkin saya harus mencoba lebih keras,
untuk bersikap lebih dewasa dibandingkan sang "individu-individu".

Biarpun sulit,
tapi saya akan selalu berusaha sebaik-baiknya.


+ + + + +

Setelah 2 jam perenungan...

Aaahhh, I won't take it too seriously lah.

Everybody has their own problems,
We just need to step closer and look through their eyes,
then realized that nobody perfect,
and we will take it easy.

Rise and Shine everybody!
Rise and Shine! XD

P.S. Kayanya kalimat-kalimat terakhir bagus dijadiin lirik lagu, hebat jg ya gw! Ahaha! :))

Monday, 23 February 2009

Lemari Buku Kami

Berawal dari kebosanan saya terhadap rutinitas. Dan menyadari bahwa tahun 2008 serasa berlalu begitu saja, seakan-akan sebagian besar tahun kemarin dihabiskan dengan kerja-kerja-kerja, mendorong saya untuk mencari hobi baru. Atau mengembangkan hobi lama, tepatnya. Sampai akhirnya timbul satu ide untuk membuat sesuatu yang mungkin bisa berguna untuk orang banyak.

Oleh karena itu, dengan bangga saya persembahkan...

*drum rolls please*'

DENG-DENG-DENG ...

Lemari Buku Kami :
http://bookworm-bookcase.blogspot.com/



BUKAN blog resensi buku biasa.
Ditulis oleh para penikmat buku.

Syarat memberi resensi terhadap sebuah buku cuma satu :
Harus SUKA sama buku itu.

Resensi buku yang bakal lo tulis adalah alasan kenapa lo bisa tertarik dan suka dengan buku tersebut. Apa yang lo rasakan waktu membaca buku itu, apakah buku itu berhasil merubah sudut pandang lo terhadap dunia, dan lain sebagainya.

Tujuan diciptakannya blog ini adalah untuk mendorong orang lain agar turut tertarik membaca buku yang Anda suka tersebut.

Bagi para pecinta buku, rasanya puas sekali apabila kita berhasil "mempengaruhi" orang lain hingga orang itu tertarik untuk membaca buku yang kita suka. *Hanya imajinasi saya, atau memang benar, hanya Tuhan yang tahu* Hehehe...

Tertarik untuk bergabung? :)

Sunday, 22 February 2009

Surveyor Wannabe

Saya kangen sama yang namanya survei lokasi.

Latar belakang pendidikan saya sebagai arsitek dan urban designer *yang entah titelnya masih boleh saya sandang apa tidak, hehehe..* menuntut perlunya survei lokasi dan tapak terlebih dahulu untuk mengetahui faktor-faktor yang akan mempengaruhi desain bangunan maupun lansekap.

Sesungguhnya agak absurd buat saya untuk menyukai survei lokasi dan tapak, karena saya adalah orang yang seringkali disorientasi arah. Pengetahuan geografi saya sayangnya ngga sebagus perkiraan orang-orang, hehehe... Anomali.

Terakhir saya melakukan survei, sekaligus jalan-jalan sambil menghasilkan duit, adalah ke Kabupaten Kuantan Singingi. Oh.. Jangan susah-susah membuka peta, soalnya emang belom dicantumin. Letaknya kira-kira 3 jam dengan mobil dari Pekanbaru, Riau. Dinas Tata Kota sana ada rencana mau membuat stadion olahraga berskala internasional, namun sayangnya fasilitas-fasilitas penunjang utama malah belum ada. Yahh inilah gunanya ada urban planner & urban designer, hehehe...

Saat saya ke sana bersama teman saya (yang baru saya kenal kemarinnya, hahaha) dan pimpro untuk melakukan presentasi di Dinas Tata Kota, kebetulan hari itu hari awal puasa.

Teman saya yang non-Muslim terpaksa ikut sahur bareng di hotel, dan selama perjalanan siang bolak-balik mencari warung karena tidak tahan menahan lapar. Berhubung di sana komunitas Muslimnya sangat kental, jarang sekali saya liat ada warung makan yang buka. Sedangkan teman saya tadi sudah gelisah, dan mengeluh berulangkali, "Aduuhh.. Liat nih. Celana saya udah kedodoran karena belum makan..." Ya'elah. Baru juga berapa jam! Sumpah, sedih banget saya ngeliatnya. Hahaha!!

Untungnya beberapa menit ke depan, kami menemukan warung yang buka. Teman saya turun, dan sayangnya balik-balik ke mobil hanya membawa 1 botol Aqua dan 2 bungkus Tango rasa coklat. Hahaha... Ternyata mereka hanya menjual snack-snack ringan, ngga ada makan berat.

Ada lagi pengalaman waktu survei Stasiun Kota Bandung, lagi-lagi ketika bulan puasa.Karena saya dan teman survei saya amat sangat masih muda dan lugu, dari ujung jalan hingga ujung jalan lainnya kami menyusuri trotoar untuk mengambil gambar lingkungan Stasiun Kota. Dua hingga tiga jam kami habiskan untuk memotret suasana lingkungan. Yang sayangnya, amat tidak efektif karena hanya sedikit yang layak digunakan dalam tugas kami.

Sepanjang kegiatan foto-foto survei itu kami habiskan dengan mengobrol agar tetap semangat. Entah karena sudah terlalu capai, atau salah mendengar, saat saya tanya temen saya, "Mbak, mbak anak keberapa dari berapa bersaudara sih?" Dan kemudian dijawab dengan lugas dan tegas, "Oh aku ini anak kelima dari empat bersaudara." Hee??!! Hwahahaha...

Dan faktor bahasa amat mempengaruhi dalam kelancaran survei! Ketika saya dkk survei di daerah Pecinan Lama di Bandung, begitu sang Lurah diajak ngobrol dengan bahasa Sunda oleh temen saya, dia langsung dengan semangat memberikan data-data yang dibutuhkan. Padahal sebelumnya waktu diajak ngobrol dengan bahasa Indonesia, dia adem ayem aja.

Setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin saya tidak terlalu menyukai survei, tapi saya menyukai suasana kerjasama yang seringkali dialami saat sedang survei.

Atau jangan-jangan saya hanya suka suasana jalan-jalannya??
Only God knows... Hehehe...

*Gambar dipinjam dari sxc.hu
Related Posts with Thumbnails